Sabtu, 05 Januari 2013

ZONA PENANGKAPAN IKAN KEMBUNG

PENGKAJIAN ZONA POTENSIAL PENANGKAPAN IKAN KEMBUNG ( Rastrelliger sp ) DI KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA

            Wilayah Kabupaten Asahan Sumatera Utara berbatasan langsung dengan selat Malaka memiliki potensi perikanan yang cukup besar terutama kelompok ikan pelagis kecil, khususnya untuk perairan pantai Timur Sumatera Utara, jenis ikan pelagis kecil yang banyak tertangkap adalah ikan kembung jantan, layang, selar, kembung betina, dan tembang. Ikan kembung merupakan sumberdaya perikanan yang sangat berpotensial karena merupakan komoditas ekspor, sehingga dibutuhkan informasi lengkap mengenai sumberdaya ikan tersebut di suatu perairan, Kurangnya data dan informasi tentang penyebaran daerah penangkapan ikan kembung di perairan Kabupaten Asahan Sumatera Utara menyebabkan pemanfaatanya kurang optimal. Salah satu masalah yang dihadapi dalam pengelolaan perairan di Kabupaten Asahan ini adalah terbatasnya penelitian dibidang oseeanografi seperti, suhu permukaan laut dan distribusi parameter oseanografi.
            Daerah penangkapan potensial ikan kembung di Kabupaten Asahan Sumatera Utara dapat ditentukan dengan menggunakan beberapa indikator, yaitu:
a.       Hasil Tangkapan
Daerah penangkapan yang paling besar tangkapanya menunjukan daerah penangkapan ikan yang potensial. Untuk perairan di Kabupaten Asuhan Sumatera Utara, daerah penangkapan ikan kembung jantan terdapat disekitar perairan Pulau Berhala, sedangkan daerah penangkapan ikan kembung betina terdapat  di bagian Timur Tanjung Siapi – api.
b.      Ukuran Ikan
Ikan kembung jantan  matang gonad berukuran 20 cm sedangkan betina berukuran 16 cm. Daerah yang didominasi oleh ukuran matang gonad bukanlah daerah perairan penangkapan yang potensial.
c.       Salinitas
Apabila salinitas air di daerah perairan penangkapan merupakan salinitas untuk pemijahan, maka bukanlah termasuk daerah penangkapan yang potensial. Salinitas daerah parairan penangkapan ikan kembung jantan terdapat di sekitar Pulau Berhala berkisar antara 31‰ – 33 ‰ , sedangkan kondisi salinitas di perairan bagian Timur Tanjung Siapi – api merupakan daerah perairan penangkapan ikan kembung betina berkisar antara 27‰ – 30‰. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan salinitas di daerah perairan penangkapan ikan kembung jantan lebih tinggi dari ikan kembung betina, hal ini disebabkan karena berada pada bagian mulut Utara Selat Malaka disbanding bagian Selatan Selat Malaka yang lebih sempit. Disamping itu disebabkan karena adanya masukan air dari Laut Andaman yang bersalinitas tinggi.  
d.      Suhu Permukaan Laut Optimum
Daerah perairan penangkapan ikan yang potensial yaitu berada pada kisaran suhu diluar suhu pemijahan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan suhu permukaan laut optimum untuk daerah penagkapan ikan di perairan Kabupaten Asahan Sumatera Utara berkisar antara 28,82˚C – 30,48˚C untuk ikan kembung jantan, sedangkan yang betina berkisar antara 28,78˚C – 29,96˚C. Perairan Indonesia sangat dipengaruhi oleh sistem angin musim yang mengalami pembalikan arah dua kali setahun. Rata- rata suhu permukaan laut ini pada musim angin barat lebih rendah dibandingkan pada saat musim angin timur. Hal ini disebabkan karena tingginya curah hujan serta masih kuatnya pengaruh angin muson yang menyebabkan terjadinya pengadukan masa permukaan laut, disamping itu juga dipengaruhi oleh uap air dan awan yang banyak pada musim angin barat. Kenaikan suhu permukaan laut menyebabkan peningkatan hasil tangkapan yang signifikan.
            Zona penagkapan ikan ikan kembung di perairan Kabupaten Asahan Sumatera Utara, untuk ikan kembung jantan terdapat pada sekitar Pulau Berhala pada posisi 03˚40’00” - 03˚50’00” LU, 99˚40’00” - 100˚00’00” BT, sedangkan untuk ikan kembung betina terdapat di bagian Timur Tanjung Siapi-api Kota Tanjung Balai Asahan pada posisi 03˚10’00” - 03˚20’00” LU, 100˚20’00” - 100˚30’00” BT. Perairan sekitar Pulau Berhala dibagi atas dua kategori yaitu kategori potensial dan sedang. Sedangkan perairan penangkapan Timur Tanjung Siapi-api Kota Tanjung dibagi atas tiga kategori yaitu potensial, baik dan sedang.   




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar